Berita : IGRS Akhirnya Resmi Terintegrasi Dalam Steam
2 mins read

Berita : IGRS Akhirnya Resmi Terintegrasi Dalam Steam

Di tengah perkembangan industri game di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah meluncurkan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari konten yang tidak sesuai usia.

Pada awal Maret 2026, Valve Corporation, pemilik platform distribusi game Steam, secara resmi mengumumkan penambahan Indonesia ke daftar negara yang mewajibkan rating usia konten untuk semua game yang dijual di wilayah tersebut.

Proses integrasinya melibatkan penambahan survei tambahan di Steamworks untuk memeriksa kepatuhan dengan IGRS, termasuk elemen seperti kekerasan, bahasa kasar, konten dewasa, dan simulasi perjudian.

Sistem IGRS ini sejatinya dirancang untuk menjadi panduan bagi orang tua, pengembang, dan penerbit game dalam memastikan konten yang aman, edukatif, dan etis, sehingga mendorong pertumbuhan ekosistem digital yang sehat.

IGRS mengklasifikasikan game menjadi lima kategori usia, yaitu: 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+, dengan pertimbangan elemen seperti kekerasan, bahasa kasar, konten dewasa, penggunaan obat-obatan, simulasi perjudian, tema horor, dan interaksi online.

Baca ini juga :

» Komdigi Akan Batasi Akses Sosmed Anak Berusia Di Bawah Usia 16 Tahun
» Diskon Gila-gilaan! Game ATLUS & SEGA Turun Harga di Steam Year of the Horse Sale
» Komdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pelamar Kerja, SOP Penggunaan Google Drive Jadi Sorotan
» Valve Dituntut Oleh Aktivis Inggris Karena Dianggap Monopoli dan Tidak Adil
» Komdigi Resmikan Aturan Baru Registrasi Kartu SIM Kini Wajib Pakai Scan Wajah

Developer game diharuskan mengisi Content Survey yang telah diperbarui, kemudian digunakan Steam untuk menghasilkan deskriptor rating IGRS secara otomatis. Hal ini diharapkan memudahkan developer lokal dan internasional, karena Steam menyediakan informasi lebih lanjut untuk menetapkan rating yang ditampilkan di toko Steam bagi pelanggan Indonesia.

Pelaksanaan IGRS tidak hanya bertujuan membatasi akses anak-anak terhadap konten negatif, tetapi juga untuk mencegah penyebaran elemen radikalisme atau ekstremisme melalui game, sebagaimana diharapkan oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI).

Pada awal 2026, Komdigi mulai melakukan penyisiran ketat terhadap game tanpa rating resmi, dengan rencana blokir total pada Februari 2026 bagi pelanggar. Sementada peluncuran resmi IGRS sendiri telah dilakukan oleh Menteri Komdigi (Meutya Hafid) dalam ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) di Bali pada 11 Oktober 2025 lalu. Hal ini menandakan bahwasanya Indonesia sebagai negara pertama di ASEAN yang memiliki sistem klasifikasi game nasional berbasis nilai budaya dan kearifan lokalnya sendiri.





Berita Terkini

Berita Terbaru

Daftar Terbaru

News

Jasa Impor China

Berita Terbaru

Flash News

RuangJP

Pemilu

Berita Terkini

Prediksi Bola

Technology

Otomotif

Berita Terbaru

Teknologi

Berita terkini

Berita Pemilu

Berita Teknologi

Hiburan

master Slote

Berita Terkini

Pendidikan

Resep

Jasa Backlink

Slot gacor terpercaya

Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *